"Kamu dan Hartamu Milik Ayahmu!!!"

April 20, 2019




Ada sebuah kisah pada zaman Rasulallah SAW. tentang harta yang diperebutkan antara bapak dan seorang anak. Dan anak tersebut mengadu kepada Rasulallah SAW.,
bahwa harta miliknya sekarang sering diambil sedikit demi sedikit oleh bapaknya. Kemudian Rasulallah SAW. meminta anak tersebut untuk menjelaskan lebih rinci lagi. Kemudian anak itu bercerita kepada Rasulallah SAW.. “Wahai Rasulallah, Dia telah lama tinggal bersamaku, sudah hampir 10 tahun lamanya. Tetapi ia selalu saja berlaku seenaknya kepada rumah tanggaku. Dia sering menghabiskan waktunya hanya untuk bersenang-senang, bukannya bekerja”. Setelah mendengar cerita anak tersebut, Rasulallah SAW. memerintahkan anak tersebut untuk memanggil bapaknya dan menghadap Rasulallah SAW.. Akhirnya anak tersebut pulang untuk memanggil bapaknya agar bisa menjelaskan semua perbuatannya kepada Rasulallah SAW..

Setelah beberapa menit kemudian, anak itu datang dengan membawa bapaknya yang sudah susah berjalan dan sudah menggunakan tongkat. Rasulallah SAW. sedikit terkejut melihat bapak sang anak tersebut sudah seperti itu. Tak lama kemudian Rasulallah SAW. bertanya kepada anak tersebut. “Apakah ini ayahmu wahai anak muda?”. ”Ya, dialah yang dari dulu sering mengambil hartaku”. Kata anak tersebut. Kemudian Rasulallah SAW. bertanya kepada bapak tersebut. “Apakah benar engkau mengambil harta anakmu?”. “Wahai Rasulallah, dulu sewaktu dia masih kecil, saya lah yang membayar sekolahnya, saya lah yang membelikan dia beras untuk makan dari uang hasil kerja, saya lah yang membelikannya sesuatu yang ia inginkan. Dulu saya masih kuat, masih sehat, dan masih sanggup mencari nafkah untuk keluarga. Dan yang saya harapkan adalah ia bisa menjadi orang yang tak susah seperti saya. Tetapi sekarang, semua yang saya harapkan tidak pernah ada. Sekarang saya sudah tidak seperti dulu lagi. Sekarang saya sudah menjadi lemah, sering sakit, dan tidak bisa lagi bekerja. Yang bisa saya harapkan hanya dia saja, Wahai Rasulallah. Saya makan hanya dari hasilnya saja. Tetapi selama ini dia tidak pernah merelakan hartanya jika saya yang mengambilnya. Maka dari itulah saya berlaku begini. Maafkanlah saya Rasulallah. jika semua ini keterlaluan”.

Setelah mendengar cerita tersebut Rasulallah SAW. menangis tersedu-sedu. Anak tersebut pun merasa bahwa dirinya selama ini tak menyadari bapaknya yang sudah tua tersebut dan tak lagi bisa untuk bekerja. Kemudian sang anak menangis dan meminta maaf kepada sang ayah yang selama ini telah ia marahi, bentaki, dan membuat bapaknya sakit hati. Kemudian Rasulallah SAW. berkata kepada anak tersebut, “KAMU DAN HARTAMU MILIK BAPAKMU, KAMU DAN HARTAMU MILIK BAPAKMU, KAMU DAN HARTAMU MILIK BAPAKMU”.Rasulallah SAW. mengulanginya sampai tiga kali.

Itulah cerita tentang anak yang tidak taat kepada ayahnya, yang telah memberinya sesuap nasi sewaktu ia kecil. Ia merasa bahwa kehidupannya dan harta yang ia dapat sekarang adalah miliknya sendiri. Dan dapat disimpulkan dari cerita diatas bahwa apa yang ada pada diri kita itu adalah sebagian milik orang tua. Jangan sesekali kita berlaku kejam kepada orang tua kita bila kita sudah sukses, karena jika tiada doa dari orang tua, maka semua itu akan sia-sia.

Semoga cerita ini mengingatkan kita tentang kewajiban kita patuh kepada orang tua. Wallahua’lam bissowaab..


You Might Also Like

0 Komentar