Awal Kita
April 19, 2019
“Pernah
berpikir, kenapa awan hadir lebih dulu setiap kali hujan akan turun?” tanyanya.
“Tidak. Kenapa?”
aku balik bertanya. “Bukankah artinya sudah jelas, awan yang membawa kumpulan
titik air yang setelah itu akan berubah menjadi hujan,”jawabku sebatas yang aku
tahu dari buku pelajaran.
“Ya. Tapi aku
punya filosofi sendiri.” Suara lelaki
itu menggantung, meninggalkan pertanyaan.
“Apa itu?”
tanyaku.
“Karena awan
yang paling setia. Menemani hujan hadir untuk bumi, walau setelahnya hujan
berlalu, meninggalkan awan diatas sana.”
“Awan tak takut
akan perpisahan. Jika keberadaanya memang hanya boleh sementara, baginya sudah
cukup. Ia akan pergi menanti hujan berikutnya.”
“Manis sekali,”
sambutku.
“Kesetiaan
seperti awan. Menemani hujan sepanjang zaman, tak tergantikan,” lanjutnya.
Menutup cerita tentang awan dan hujan itu.
0 Komentar